Maros, 27 Januari 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggelar pertemuan awal tahun yang sarat makna dan produktif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga ruang kolaborasi bagi para guru untuk menyusun arah pendidikan yang lebih terstruktur, relevan, dan berorientasi pada masa depan.
Agenda utama pertama dalam pertemuan ini adalah pembahasan dan penyusunan soal Ujian AAJS tahun 2026. Para guru berdiskusi secara aktif untuk memastikan bahwa soal yang disusun:
Selaras dengan capaian pembelajaran terbaru
Mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS)
Kontekstual dengan kehidupan murid
Proses ini dilakukan secara kolaboratif, sehingga setiap guru dapat memberikan kontribusi terbaiknya. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertimbangan, mulai dari tingkat kesulitan soal hingga relevansi materi.
Menariknya, di sela kegiatan ini, peserta juga mengikuti sesi 15 menit praktik speaking Bahasa Inggris. Kegiatan ini dirancang untuk menjaga kompetensi komunikasi guru agar tetap terasah, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan pembelajaran aktif.
Agenda kedua yang tak kalah penting adalah pembahasan dan penetapan program kerja MGMP Bahasa Inggris tahun 2026. Dalam sesi ini, para peserta bersama-sama merancang berbagai program yang bertujuan untuk:
Meningkatkan kompetensi profesional guru
Mengembangkan inovasi pembelajaran
Memperkuat kolaborasi antar sekolah
Program kerja yang disusun diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Seperti pada sesi sebelumnya, kegiatan ini juga diselingi dengan praktik speaking Bahasa Inggris selama 15 menit, yang berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para guru tampak antusias berlatih, menunjukkan bahwa semangat belajar tidak pernah berhenti, bahkan bagi seorang pendidik.
Hal yang menjadi nilai lebih dari kegiatan ini adalah integrasi antara diskusi akademik dan penguatan keterampilan bahasa. Tidak hanya fokus pada perencanaan, MGMP juga memberikan ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara langsung.
Pendekatan ini mencerminkan visi MGMP yang tidak hanya administratif, tetapi juga transformatif.
Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros kembali menegaskan perannya sebagai wadah profesional yang aktif, kolaboratif, dan visioner.
Dengan perencanaan yang matang serta semangat kebersamaan, diharapkan program-program yang telah disusun dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Kabupaten Maros.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah strategis dalam membangun pendidikan yang lebih baik. Karena di balik siswa yang hebat, selalu ada guru yang terus belajar dan berkembang.
Maros, 14 Februari 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna, MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros menggelar kegiatan workshop aplikatif bertema “Merancang Modul Ajar Bahasa Inggris Berbasis Deep Learning.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 Gedung BKPSDM Kabupaten Maros dan diikuti oleh para guru Bahasa Inggris SMP dengan penuh antusiasme.
Workshop ini menghadirkan narasumber kompeten, Faisal S.Pd., M.Pd, yang dikenal sebagai fasilitator pembelajaran mendalam (deep learning facilitator). Kehadiran beliau memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman praktis bagi peserta dalam merancang pembelajaran yang lebih terarah dan berdampak.
Mengapa Deep Learning Penting dalam Pembelajaran?
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa pendekatan deep learning bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam pendidikan masa kini. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan, tetapi pada:
Pemahaman yang mendalam terhadap materi
Kemampuan berpikir kritis dan reflektif
Keterampilan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata
Guru didorong untuk merancang modul ajar yang mampu mengaktifkan siswa, bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi sebagai subjek pembelajaran.
Dari Konsep ke Praktik: Workshop yang Benar-Benar Aplikatif
Sesuai dengan konsepnya sebagai workshop aplikatif, kegiatan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta dibimbing langkah demi langkah untuk:
Menganalisis capaian pembelajaran
Menyusun tujuan pembelajaran berbasis deep learning
Mengembangkan aktivitas pembelajaran yang bermakna
Merancang asesmen yang selaras dengan tujuan
Suasana workshop berlangsung interaktif, di mana peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman. Setiap guru juga diberi kesempatan untuk mulai menyusun draft modul ajar yang nantinya dapat digunakan di kelas masing-masing.
Kolaborasi dan Refleksi: Kunci Pengembangan Profesional Guru
Salah satu kekuatan dari kegiatan ini adalah adanya ruang kolaborasi antar guru. Peserta tidak hanya bekerja secara individu, tetapi juga saling memberikan umpan balik terhadap rancangan modul yang dibuat.
Melalui proses ini, guru tidak hanya belajar dari narasumber, tetapi juga dari rekan sejawat. Hal ini menciptakan suasana belajar yang reflektif dan saling menguatkan.
Langkah Nyata Menuju Pembelajaran Bermakna
Kegiatan workshop ini menjadi bukti nyata bahwa MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros terus berinovasi dalam meningkatkan kompetensi guru. Dengan mengusung pendekatan deep learning, diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas:
Lebih kontekstual dan relevan
Mendorong partisipasi aktif siswa
Menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam
Workshop ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah konkret menuju transformasi pembelajaran. Karena ketika guru belajar lebih dalam, siswa pun akan belajar dengan lebih bermakna.
Maros, 28 April 2026 — MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros kembali menggelar kegiatan kolaboratif yang berfokus pada penguatan kompetensi guru dan pengembangan pembelajaran berbasis digital. Bertempat di RM Amory, kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, santai, namun tetap produktif.
Pertemuan ini mengusung dua agenda utama yang strategis, yaitu sosialisasi platform pengembangan kompetensi guru serta perampungan modul ajar untuk integrasi ke dalam website MGMP.
Agenda pertama adalah sosialisasi SINDARA (Sistem Informasi Pengembangan Kompetensi Guru) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Platform ini dirancang sebagai sarana pengembangan profesional guru yang terintegrasi dan berbasis komunitas.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang:
Peran komunitas (MGMP) sebagai pusat belajar guru
Pemanfaatan platform digital dalam pengembangan kompetensi
Strategi pengelolaan kegiatan komunitas yang berkelanjutan
Sosialisasi ini membuka wawasan baru bagi para guru bahwa pengembangan diri tidak harus selalu bersifat formal, tetapi dapat dilakukan secara kolaboratif melalui komunitas yang aktif dan terarah.
Agenda kedua berfokus pada penyelesaian modul ajar yang sebelumnya telah dirancang dalam kegiatan workshop. Modul-modul ini kemudian disiapkan untuk diintegrasikan ke dalam learning page pada website MGMP.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam digitalisasi pembelajaran, dengan tujuan:
Menyediakan sumber belajar yang mudah diakses guru
Mendorong berbagi praktik baik antar anggota MGMP
Membangun ekosistem pembelajaran berbasis digital
Para peserta terlihat aktif melakukan revisi, penyempurnaan, hingga finalisasi modul ajar agar siap dipublikasikan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi berkelanjutan dari program-program MGMP sebelumnya.
MGMP sebagai Pusat Inovasi dan Kolaborasi Guru
Kegiatan ini menunjukkan bahwa MGMP tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pengembangan profesional guru yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Dengan mengintegrasikan teknologi, platform nasional, dan hasil karya guru, MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Maros terus bergerak menuju komunitas belajar yang modern, terbuka, dan berdampak luas.
Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi dan inovasi kembali ditegaskan. Karena di era digital, guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga berbagi, belajar, dan tumbuh bersama dalam komunitas.